7 Dalil Dari Hukum Judi Togel Dalam Pandangan Islam

By admin No comments

Bagaimana Hukum Judi Togel Dalam Pandangan Islam? Untuk menjawab pertanyaan tersebut ada beberapa dalil yang dapat menjelaskannya. Ingin tahu mengenai dalil-dalil tersebut, simaklah penjelasannya di bagian bawah ini :

  1. Judi disandingkan dengan khamr, mengundi nasib serta berkurban yang ditujukan bagi berhala

Dari Al-Qur’an surat Al-Maidah ayat 90, judi pada ayat tersebut disandingkan dengan khamr yang tentunya sudah jelas keharamannya. Dengan demikian, maka dapat dinyatakan bahwa judi  pun memiliki hukum yang haram. Selain itu, judi juga disandingkan dengan berkurban untuk berhala yang memang diharamkan karena memiliki tujuan beribadah pada berhala dan juga dikenal dengan dosanya yang besar.

  1. Judi dikenal dengan sebutan rijs atau najis 

Ar rijs dikenal dengan arti najis, sedangkan ar rujz memiliki arti dosa dan setiap hal yang mengandung bahaya. Lebih dari itu, Allah pun terkadang menyebut berhala dengan rijs seperti yang terdapat dalam firmannya yaitu di Al-Qur’an surat Al Hajj ayat 30, serta sebutan rujz yang juga terdapat di Al-Qur’an surat Al Mudatsir ayat 5.

  1. Judi yang disebut sebagai amalan setan 

Dalam salah satu firmanNya, Allah SWT juga menyatakan bahwa judi termasuk dalam amalan setan. Sedangkan hal apa pun yang termasuk dalam amalan setan tentunya haram untuk dilakukan. Hal tersebut berkaitan pula dengan  firman Allah dari surat Fathir ayat 6 yang menyatakan bahwa setan adalah musuh bagi manusia, dan apabila setan mendekati atau bahkan mendatangi umat manusia sudah pasti tujuannya adalah menipu serta menyesatkan manusia. Karena pada dasarnya setan dapat menyesatkan manusia melalui amalan-amalan yang dimilikinya seperti halnya meminum khamr, berkurban untuk berhala atau bahkan berjudi itu sendiri.

  1. Perintah menjauhi judi dari Allah SWT

Pada dalil yang satu ini, Allah SWT memerintahkan hambanya untuk menjauhi 4 hal, yaitu khamr, judi, al azlam serta al anshab ( berkurban untuk berhala). Dalam hal ini, judi termasuk dalam al ijtinab yang memiliki makna lebih dalam di bandingkan dengan at tark. Jika at tark dalam maknanya tidak mewajibkan penjauhan diri sedangkan al ijitinab justru bermakna untuk menjauhkan diri darinya. Selain itu, ia juga dikenal dengan arti tinggalkan dan jauhilah atau bahkan pergilah menuju arah jauh darinya. Dari penjelasan tersebut, judi termasuk di dalamnya. Karena itulah judi pun dikenal dengan hukumnya yang haram.

  1. Keberuntungan yang bisa didapatkan apabila menjauhi judi

Al falah memiliki arti keberhasilan, kemenangan serta bahagia di dunia maupun akhirat, mendapatkan atau meraih apa yang diinginkan serta diharapkan. Sedangkan muflih adalah orang yang tentunya mendapatkan apa yang diinginkan atau diminta olehnya. Pertanyaannya : Kapan seseorang bisa mendapatkan al falah tersebut? Jawabannya tentu  saja apabila orang tersebut mampu menjauhi 4 hal yang dilarang oleh Allah SWT di bagian atas tadi, yang mana judi pun termasuk dalam salah satu diantaranya. Karena apabila keempat hal tersebut dilakukan secara terus-menerus hal tersebut tentunya akan membawa manusia pada kesesatan yang nyata. Itulah mengapa sangat jelas bahwa judi memiliki hukum yang haram bagi umat islam.

  1. Judi dapat menimbulkan permusuhan diantara umat manusia

Apabila melihat penjelasan dari Qur’an surat Al Maidah ayat ke 91, sangat jelas disebutkan bahwa tindakan mengkonsumsi khamar serta berjudi dapat menimbulkan permusuhan di antara sesama manusia.

Untuk kamu yang suka bermain togel dan mencari informasi detail dan cepat maka silahkan cek data keluaran sydney hari ini maka anda bisa mengecek ke website keluaransydney.org

  1. Judi dapat menghadirkan kebencian 

Al bughdhu dikenal dengan arti kebencian ataupun kemurkaan yang ditunjukan seseorang terhadap orang lain atau bahkan terhadap hal lain yang tidak disukai olehnya. Apabila al bughdhu telah muncul, maka ia akan berujung pada pemutusan hubungan atau pemboikotan, sehingga umat muslim pun saling terpecah antara satu dengan lainnya. Hal ini umumnya muncul apabila seseorang telah bermain judi dengan orang lainnya yang tentu saja melalui tindakan judi tersebut menimbulkan rasa jengkel diantara pemainnya dan bahkan dapat menimbulkan kebencian apabila orang tersebut kalah dalam memainkannya.

Sementara Allah SWT memerintahkan agar setiap hambanya saling mencintai, bersaudara dan tentunya menghindari percekcokan. Namun dengan tindakan judi yang dilakukan maka sebaliknya yang sangat mungkin terjadi, seperti halnya Al bughdhu itu tadi. Merujuk pada hal tersebutlah kemudian judi masuk dalam hal yang diharamkan.

Demikianlah kiranya penjelasan singkat dari 8 dalil yang di antaranya merupakan penjelasan mendalam dari firman Allah SWT yang terdapat dalam Al-Qur’an mengenai hukum judi.